Skip to main content

Antropologi dan Teka-Teki Silang

Seberapa kenal anda sebagai mahasiswa terhadap antropologi?

Tentu ini sulit untuk dijawab bagi yang tidak memahami batasan dari ilmu antropologi. Anda menyebut ini sebagai antropologi namun tidak memahami bagaimana ilmu tersebut bekerja dan bermanfaat terhadap masyarakat luas. Semua tampak abu-abu antara ilmu pangkal dengan buaran antropologi. Ini semua berawal dari ketidakmampuan kita membaca dan menganalisis bagian-bagian terpenting dari ilmu ini. Sungguhpun demikian, hal tersulit dari belajara adalah aplikasi dari ilmu tersebut.

Bagaimana anda mau menjadi antropologi jika menulis segini saja sudah kelelahan. Anda membutuhkan banyak amunisi untuk menulis sebuah berita yang menyenangkan dan latihan secara kontinyu untuk mendapatkan tulisan yang bermutu.

Comments

Popular posts from this blog

300 Post

Setelah mengalami naik turun emosi yang menyulitkan, membuat saya lebih kreatif dalam menelurkan rasa, lalu menjadi kumpulan 300 post disini  https://puiserma.blogspot.com/ . Membuat saya berpikir kemana langkah selanjutnya, 300 post ini saya apakan agar lebih berguna? Ini membuat saya, memilah-,ilah jalan terang kedepannya agar lebuh berguna, setidaknya buat saya sendiri terlebih dahulu, lalu orang lain. 300 post, membuat kebanggan hati kecil, bahwasanya tidak ada yang sia-sia dihari ini. Dihari-hari berat yang menjadikan saya lebih kuat dalam mengingati perjuangan yang semakin harus dikerjakan dengan lebih semangat lagi. Berharap kalian membantu, memberikan ide yang bisa memberikan jalan keluar dari 300 post Semoga ini menjadi jalan keluar dari kegundahan hati yang tidak pernah sejalan antara hati, kaki dan isi kepala

Lukisan Abstrak: Editan

Saya menyukai hal-hal abstrak, termasuk lukisan. Bagiku lukisan abstrak mengmbarkan keindahan yang tidak harus dijelaskan. Ini dilihat dari komposisi warna, pattern, dan maksud di balik lukisan tersebut. Saya menemukan lukisan ini dari ketidak sengajaan dan menyukainya here we are: Ini menampilkan keindahan yang semi formal dalam fokus untuk sebuah kerja nyata ada kehidupan yang harus dinikmati Apa yang kurang? saat bunga bermekaran disana ada harap yang diselimuti keindahan Kadang gelap membuat kita semakin menyadari banyak hal, termasuk kehidupan itu sendiri Seperti inilah adanya, semua kita miliki Semua memiliki bagian-bagian keindahan, termasuk warna biru yang jatuh di mata Musim panas tidak akan dibendung, begitu pula sajian

Embracing Islam, Work and Family: Women's Economic Empowerment in Islamising Indonesia

Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific Issue 43, July 2019 Embracing Islam, Work and Family: Women's Economic Empowerment in Islamising Indonesia Minako Sakai Introduction Gender empowerment is an important scholarly research topic covering both Southeast Asia and South Asia: indeed, women's empowerment is one of the important international policy agenda items as highlighted by UN-led Millennium Development Goals spell out (MDGs) and Sustainable Development Goals (SDGs). SDG No. 5 aims to 'achieve gender equality and empower all women and girls.' [1] Particularly, women's economic empowerment is critical to potential poverty reduction, [2]  because women and children are among the most extreme of the poor and disadvantaged. Their empowerment holds a key to solving this problem. [3] In this paper I will examine middle-class Muslim women's struggles to generate an income in Muslim-dominant Indonesia. Traditionally women in Indon...