Skip to main content

PENOLAKAN dari Editors

 Dear Erma,

Thanks for sending us 'Poetry Submission.' We're sorry to say that this submission isn't right for the ***

This isn't a reflection on your writing. The selection process is highly subjective, something of a mystery even to us. There's no telling what we'll fall in love with, what we'll let get away.

Writing is hard work, and writers merit some acknowledgment. This note doesn't speak to that need. Please know, however, that we've read your work and appreciate your interest in the magazine.

We wish you the best in placing your writing elsewhere.


The Editors


Dear Erma,


Thank you for sending us "Sleeping NOT beauty". Unfortunately, we’ve decided we’re unable to publish your piece at this time. Rest assured that your work received careful consideration, even though our small staff and many submissions necessitates form letters like this one.


Selecting work will always be a difficult and imperfect task—we receive so many intriguing submissions, but are unable to publish a vast majority of them. We've always liked to say that we don't have a "slush pile"—we just have “a lot of fairy tales to read.” Regardless of our decision here, we admire your commitment to the contemporary fairy tale.


Thanks again and best of luck with this.


Sincerely,

Dear Erma Rosdiana,


Thank you for your submission to Beaver Magazine. Although we must decline your submission this time, we appreciated the chance to consider it.


As a new journal, we are grateful for the time and effort you put into sending us your work and supporting our mission. We wish you the best of luck on finding the perfect home for your works.


Thanks again.

Warm wishes,

The Editors


Dear Erma Rosdiana,


Thank you for your submission to The Line. Although we must decline your submission this time, we appreciated the chance to consider it.


Thanks again. Best of luck with this.

Sincerely,

The Editors

Dear Erma Rosdiana,

We're sorry this isn't better news, but unfortunately we weren't able to find a place for "Longing a lot" in A*** Magazine. Sadly, we can only publish a fraction of the submissions we receive and have to let a lot of great work go. 

However, we did want to thank you again for thinking of us when submitting.  


All the best,

The Editors


Dear Erma,


Thank you so much for submitting your work to minis***

While we enjoyed reading your work, it wasn't selected for publication. Editing and curating a magazine are completely subjective pursuits, so this just means that the work wasn't right for us, and for this issue. 

Thank you again!


Comments

Popular posts from this blog

50 puisi e.e cummings dalam nalar saya

Nemu kumpulan puisi dalam bentuk bahasa inggris. Saya hanya baca baca saja secara sekilas dan keseluruhan yang berjumlah 50 poems. e.e cummings menulis dengan berbagai gaya dengam memainkan kata kata nyentrik yang artinya kurang saya pahami. Tahun 1939, 1940 puisi ini diterbitkan oleh universal library new york, keren amit dia. Hal ini mudah karena sang penulis adalah maestro dalam bidang art and letter. lihatlah puisi yang ditulis dibawah ini, sangat mengelitik imajinasi: the way to hump a cow is not to get yourself a stool but draw a line around the spot and call it beautifool to multiply because and why dividing thens and now and adding and (I understand) is how to humps the cow the way to hump a cow is not to elevate your tool but drop a penny in the slot and bellow like a bool to lay a wreath from ancient greath on insulated brows (while tossing boms at uncle toms) is hows to hump a cows the way to hump a cow is not to pushand to pull but practicing the a

Kreativitas Tanpa Batas

 Bagaimana bisa semua akan bekerja sesuai dengan kemampuan dengan kondisi yang ada. Marilah kita buat cara agar semua mampu berfungsi dengan baik di tengah masalah-masalah yang sulit seperti tahun 2020. Apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan duit (kehidupan). Pasti sangat sulit untuk mendapatkan tetapi dengan usaha yang ada, mari putar otak untuk ini. Kehidupan yang sulit tidak menjadikan kita mengeluh atau tidak mau tahu. Tetaplah hidup dengan cara baru agar semua terlihat normal dan baik baik saja. Ada banyak hobi yang bisa dilakukan ditengah pandemi agar kita tetap hidup/ Tentu saja ini menjadi hobi baru bagi kita agar tidak terlalu meyedihkan kehidupan ini. Misalakan hobi baru yang bisa kita laksanakan 1. Membuat resep baru 2. Menanam tanaman bermanfaat bagi kebutuhan 3. Berjalan atau bersepeda santai 4. Nulis buku dll Tidak kalah seru yang dilakukan oleh masyarakat dengan membuat motif baru, batik corona. Sangat luar biasa kreatifitas mereka.

Edisi Ramadan

  10 Malam Ramadan Terakhir ibu Desi Rumah ibu Desi sangat dekat dengan masjid, hanya berjarak 500 meter. Tidak perlu banyak tenaga untuk sampai di masjid. Sehingga ibu Desi selalu melibat diri pada semua aktivitas masjid. Bgi Ibu desi Masjid adalah rumah kedua yang harus dijaga setelah rumahnya sendiri. Masjid bersama dengan semua yang ada disana termasuk para pengunjungnya. Oleh karenanya, Ibu Desi sangat diperlukan untuk menyemarakan bulan puasa, khususnya di masa pandemic ini. Puasa di tahun ini tentu saja agakberbeda dengan tahun sebeumnya, termasuk penggunaan masker, mencuci tangan sebelum masuk masjid dan menjaga jarak. Meskipun kadang beberapa orang masih bebal, termasuk ibu Desi juga. Lupa, ituah alasan paling spetakuler. Yang lainnya, kebiasaanya dekat-dekat biar tambah rapat, eh ini disuruh berjauahan kayak lagi marahan, kan tidak enak dihati. Disaat seperti itu, dia hanya bisa mohon maaf atas khilaf. Semoga virus korona berakhir. Ibu Desi diberikan banyak perintah o