Skip to main content

Antropologi terapan


Kita hidup di katanya negeri berkembang, yang banyak masalah (saya pikir tidak seburuk itu) jadi sebagai calon antropolog kita di haruskan untuk mempersiapkan diri menjawab tantangan masalah daerah yang menjadi masalah nasional dan menuju ke global.

Karenanya antropologi terapan menjadi selangkah kerja nyata yang akan menyelesaikan masalah-masalah krusial yang harus memakai pendekatan partisipatif aktif antara penyelasai masalah dan masyarakat itu sendiri. Dan ini adalah bagan yang rumit bagi orang-orang yang tidak mampu bergaul serta memahami kondisi rill masyarakat masa kini.

Ilmu ini memang tidak ada matinya, namun sebagai instrumen dari ruang lingkup ilmu kita wajib menyesuaikan diri dari berbagai latar belakang serta tidak mengjustifikasi setiap keadaan yang sangat buruk sekalipun.

Saya....
(sesi curhat)
Saya sebagai lulusan sarjana antropologi mulai memutar otak bagaimana dengan kegunaan ilmu saya dalam menghadapi masalah yang sebenarnya berasal dari diri sendiri atas ketidak-mampuan mengaplikasikan ilmu ini dalam ranah tatanan masyarakat disekitar.

Saya seharusnyya mampu menyelesaikan masalah disekitar saya, hal-hal yang sederhana. berkaitan dengan pertemanan, kelompok-kelompok sosial yang saya ikuti dan di sekitar lingkungan hidup saya ditengah masyarakat.

Kesibukan saya, sebagai antropolog seharusnya mencari masalah dikampung dan berusaha menyelesaikan bukan mencari pekerjaan dikota untuk menambah pekerjaan para pembuat masalah. Sungguh ironis nasib saya.

Dalam dunia kehidupan sehari-hari, kadang saya hanya bisa menimbulkan masalah yang membawa diri terjun terlalu dalam dalam ranah tatanan lingkungan kerja, saya terlalu lama dalam mengamati sikap-sikap kurang baik sehingga penyelesaiannya terlalu lama dan itu akan membuang-buang waktu untuk sebuah masalah sepele.

Sebagai kesimpulan, ayolah kita sebagai lulusan antropologi berusaha untuk bertindak untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Lakukan hal-hal yang mengundang untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat. Teruslah belajar untuk sebuah pengalaman baru untuk belajar menyelesaikan masalah.

Untuk memperdalam pengetahuan dalam hal ini aplikasi dari ilmu, saya ingin kesini https://info.gold.ac.uk/OnlineServices/applications/appModuleList.aspx?id=128000056654329

Comments

Popular posts from this blog

SEO- Chapter 1 :

Perfect ✅ Thanks for clarifying. Here’s a complete, study-friendly breakdown of Chapter 1 from The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola — structured sub-chapter by sub-chapter. Chapter 1: Search—Reflecting Consciousness and Connecting Commerce 1.1 Search: The Invisible Hand Guiding Our Lives Search engines have become central to daily life — people rely on them for answers, guidance, and decisions. Queries represent real human desires and needs ; they are a reflection of collective consciousness. Without search engines, the vastness of the internet would be chaotic and unusable. SEO exists because people depend on search to filter and access relevant knowledge. Key Point: Search is more than technology — it mirrors human thought and curiosity. 1.2 Search as Human Behavior Search is a natural extension of human problem-solving. Queries can be categorized into types of intent : Informational : Seeking know...

SEO chapter 2 :

Got it 👍 Let’s create a structured Chapter 2 summary of The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola. Chapter 2 Summary – A Brief History of Search Engines 2.1 Early Days of the Web Pre-Google Search : Before modern search engines, directories like Yahoo! Directory and DMOZ (Open Directory Project) were the main way to find content. Pages were listed manually and organized by categories. Limitations : Manual curation couldn’t keep up with web growth. Listings were subjective, incomplete, and often outdated. Users increasingly demanded automated indexing . 2.2 The First Search Engines Archie (1990) : First tool to index FTP archives. Very primitive—focused on file names, not content. Excite, Lycos, AltaVista, Infoseek : Introduced in the mid-1990s. Began indexing web page content automatically. Still limited in ranking relevance. Key Shift : Move from curated directories to ...

Ethnography as Method and Methodology

Introduction As argued in Chapter 1, methods are presented in research textbooks as pro- cedural rules for obtaining reliable and objective knowledge. One kind of method concerns procedural rules for collecting data, of which ethnography is an example. Ethnography tends to rely on a number of particular data col- lection techniques, such as naturalistic observation, documentary analysis and in-depth interviews. While these methods are used on their own as well, what marks their ethnographic application is that they are used to study a people in a naturally occurring setting or 'field', in which the researcher par- ticipates directly, and in which there is an intent to explore the meanings of this setting and its behaviour and activities from the inside. This is what 'ethnography-understood-as-fieldwork' means. However, the procedural rules that lay down how this is properly done, and which thereby certify the knowledge as reliable and objective, obtain their legitim...