Skip to main content

Setelah kuliah

Kalian yang belum lulus kuliah, tolonglah mempersiapkan diri mengenai apa yang akan dilakukan setelah kuliah. Habiskan semua waktu untuk menikmati setiap moment yang membuat kamu lebih baik. Jangan hanya diam menunggu hujan dari langit, cobalah gali tanah, disana ada sumber mata air kehidupan yang bisa menyelamatkan dirimu dan keluargamu serta orang lainnya.

Kejadian ini sangat memilukan, saya dikampus menerima hujan yang kadang turun kadang tidak. Menadah dalam ember besar yang tidak akan penuh seberapun banyak air saya tampung. Sayangnya, saya tidak mempersiapkan sumber mata air yang bisa saya jadikan cadangan saat musim kemarau. Sungguh, hal seperti ini harus diupayakan oleh semua orang. Termasuk saya, yang selalu punya khilaf dalam menangani masalah yang sebenarnya kurang serius.

Kalian berkuliah masih dalam fase pembelajaran, pematangan dalam proses menuju dewasa. Setiap yang kalian lakukan akan menjadi bekal pada kehidupan mendatang nanti. Belajarlah selalu pada jalur yang benar. Perbaiki komposisi diri, yang menyangkut nilai diri dan skill khusus yang diperlukan dalam menjadi manusia. Kecakapan umum dan kecakapan khusus. Asah potensi diri, lakukan segalanya dengan bersumber pada nilai kebenaran.

Tunjukan kamu memiliki potensi, tekuni hal hal yang membuat kamu bahagia, nyaman dengan aktivitas yang sepenuh bisa menguras tenagamu. Itu akan menjadi nilai plus dalam kehidupan kamu nanati.

Seperti saya, dari awal saya menyukai karya non-fiksi. Seharusnya dari awal aku mulai menekuni ini. Melakukan secara terus menerus dan fokus pada titik ini. Boleh bergaul dengan semua ilmu namun inilah jalan yang harus dipilih. Setiap tahun saya, harus memiliki karya yang bagus, membanggakan dan siap di publish. Karena inilah nilai jual yang bisa saya berikan kepada orang lain. Bukan, sibuk mengurus hal lain yang sama sekali tidak meningkatkan kadar kualitas diri. 

Mungkin benar jika dikatakan, diperlukan banyak jaringan yang bisa mengantarkan pada kesuksesan namuan sedikit jaringan yang berkualitas mampu membuat kamu berdiri tegak diantara orang-orang yang kurang mampu berdiri.

Harapan dari pembelajaran selama kuliah, kamu bisa menjadi orang yang mampu berdiri diantara orang-orang yang sudah berdiri duluan. Menyenangkan, bukan?

Comments

Popular posts from this blog

SEO- Chapter 1 :

Perfect ✅ Thanks for clarifying. Here’s a complete, study-friendly breakdown of Chapter 1 from The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola — structured sub-chapter by sub-chapter. Chapter 1: Search—Reflecting Consciousness and Connecting Commerce 1.1 Search: The Invisible Hand Guiding Our Lives Search engines have become central to daily life — people rely on them for answers, guidance, and decisions. Queries represent real human desires and needs ; they are a reflection of collective consciousness. Without search engines, the vastness of the internet would be chaotic and unusable. SEO exists because people depend on search to filter and access relevant knowledge. Key Point: Search is more than technology — it mirrors human thought and curiosity. 1.2 Search as Human Behavior Search is a natural extension of human problem-solving. Queries can be categorized into types of intent : Informational : Seeking know...

SEO chapter 2 :

Got it 👍 Let’s create a structured Chapter 2 summary of The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola. Chapter 2 Summary – A Brief History of Search Engines 2.1 Early Days of the Web Pre-Google Search : Before modern search engines, directories like Yahoo! Directory and DMOZ (Open Directory Project) were the main way to find content. Pages were listed manually and organized by categories. Limitations : Manual curation couldn’t keep up with web growth. Listings were subjective, incomplete, and often outdated. Users increasingly demanded automated indexing . 2.2 The First Search Engines Archie (1990) : First tool to index FTP archives. Very primitive—focused on file names, not content. Excite, Lycos, AltaVista, Infoseek : Introduced in the mid-1990s. Began indexing web page content automatically. Still limited in ranking relevance. Key Shift : Move from curated directories to ...

Ethnography as Method and Methodology

Introduction As argued in Chapter 1, methods are presented in research textbooks as pro- cedural rules for obtaining reliable and objective knowledge. One kind of method concerns procedural rules for collecting data, of which ethnography is an example. Ethnography tends to rely on a number of particular data col- lection techniques, such as naturalistic observation, documentary analysis and in-depth interviews. While these methods are used on their own as well, what marks their ethnographic application is that they are used to study a people in a naturally occurring setting or 'field', in which the researcher par- ticipates directly, and in which there is an intent to explore the meanings of this setting and its behaviour and activities from the inside. This is what 'ethnography-understood-as-fieldwork' means. However, the procedural rules that lay down how this is properly done, and which thereby certify the knowledge as reliable and objective, obtain their legitim...