Skip to main content

Karakteristik Pewawancara


Wawancara adalah kegiatan pegalian informasi dari narasumber untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara akurat dan benar. Wawancara dilakukan oleh dua orang yakni penanya atau pewawancara dan narasumber. Agar wawancara yang dilakukan tepat sesuai tujuan dibutuhkan sikap atau tindak pewawancara yang membuat narasumber nyaman dan terbuka dalam memberikan informasi.

Pada tahap persiapan wawancara hal yang perlu dilakukan pewawancara adalah

1.       Pahami peranan pewawancara dan pencatat
2.       Pahami peratanyaan, panduan dan peran pertanyaan utama
3.       Ingatlah mewawancarai dua atau tiga bintara bersamaan

Agar narasumber merasa nyaman, tidak bingung maka perlu pembukaan wawancara dengan melakukan hal-hal beriut ini

1.       Berterima kasih pada responden dan perkenalkan diri anda
2.       Jelaskan tujuan dan format wawancara, pegunaan informasi, dan mengapa responden terpilih
3.       Jelaskan kerahasiaan wawancara
4.       Minta izin untuk menggunkan alat perekan
5.       Beri kesempatan pada responden untuk bertanya jika belum jelas

Selama melakukan wawancara, pewawancara harus memperhatikan hal berikut agar data dan informasi yang diperlukan terjawab oleh narasumber

1.       Jangan menyampaikan pendapat
2.       Mendengarkan dengan aktif
3.       Hindari konfrontasi
4.       80% mendengarkan 20% berbicara
5.       Ciptakan suasana yang bersahabat
6.       Lanjutkan satu pertanyaan dengan pertanyaan berikut dari topic yang sama
7.       Kendalikan wawancara; ingat, waktu anda terbatas

Setelah mendapat informasi yang diperlukan maka pewawancara hendaknya membuat sesi khusus penutupan dengan melakukan hal berikut ini :

1.       Berterimakasih pada responden
2.       Jelaskan kembali bagaimana informasi akan digunakan
3.       Jelaskan bagaimana mengakses informasi yang dikumpulkan

Demikian yang menjadi arakteristik pewawancara agar narasumber merasa nyaman, bersahabat dan terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan.

Comments

Popular posts from this blog

SEO- Chapter 1 :

Perfect ✅ Thanks for clarifying. Here’s a complete, study-friendly breakdown of Chapter 1 from The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola — structured sub-chapter by sub-chapter. Chapter 1: Search—Reflecting Consciousness and Connecting Commerce 1.1 Search: The Invisible Hand Guiding Our Lives Search engines have become central to daily life — people rely on them for answers, guidance, and decisions. Queries represent real human desires and needs ; they are a reflection of collective consciousness. Without search engines, the vastness of the internet would be chaotic and unusable. SEO exists because people depend on search to filter and access relevant knowledge. Key Point: Search is more than technology — it mirrors human thought and curiosity. 1.2 Search as Human Behavior Search is a natural extension of human problem-solving. Queries can be categorized into types of intent : Informational : Seeking know...

SEO chapter 2 :

Got it 👍 Let’s create a structured Chapter 2 summary of The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola. Chapter 2 Summary – A Brief History of Search Engines 2.1 Early Days of the Web Pre-Google Search : Before modern search engines, directories like Yahoo! Directory and DMOZ (Open Directory Project) were the main way to find content. Pages were listed manually and organized by categories. Limitations : Manual curation couldn’t keep up with web growth. Listings were subjective, incomplete, and often outdated. Users increasingly demanded automated indexing . 2.2 The First Search Engines Archie (1990) : First tool to index FTP archives. Very primitive—focused on file names, not content. Excite, Lycos, AltaVista, Infoseek : Introduced in the mid-1990s. Began indexing web page content automatically. Still limited in ranking relevance. Key Shift : Move from curated directories to ...

Lukisan Abstrak: Editan

Saya menyukai hal-hal abstrak, termasuk lukisan. Bagiku lukisan abstrak mengmbarkan keindahan yang tidak harus dijelaskan. Ini dilihat dari komposisi warna, pattern, dan maksud di balik lukisan tersebut. Saya menemukan lukisan ini dari ketidak sengajaan dan menyukainya here we are: Ini menampilkan keindahan yang semi formal dalam fokus untuk sebuah kerja nyata ada kehidupan yang harus dinikmati Apa yang kurang? saat bunga bermekaran disana ada harap yang diselimuti keindahan Kadang gelap membuat kita semakin menyadari banyak hal, termasuk kehidupan itu sendiri Seperti inilah adanya, semua kita miliki Semua memiliki bagian-bagian keindahan, termasuk warna biru yang jatuh di mata Musim panas tidak akan dibendung, begitu pula sajian