Skip to main content

Jalan yang sulit


Manusia semakin serakah, semua ingin dirasakan, dinikmati. Semua terasa indah, apalagi yang yang jarang dilihat, semakin menarik perhatian. Mereka bekerja keras untuk sebuah harga yang tidak bisa dibayar untuk sebuah penghargaan terhadap diri sendiri.

Penghargaan bisa datang dari diri sendiri maupun dari orang lain. Harga adalah subyektif yang bernilai abstrak dari hasil kerja keras. Ini menjadi bagian dari tujuan manusia yang semakin kesini semakin menggila. Semakin sulit dipahami oleh ukuran neraca kelayakan hidup yang bersumber dari nilai universal.
Nilai universal ini berlaku pada setiap diri manusia yang menjadikan diri manusia sebagai sumber kekayaan yang tidak ternilai dari hasil akalnya. Akal ini terus bekerja keras, mencari yang tersembunyi dan berusaha untuk mengungkapkan, menjadikan bagian dari kehidupan manusia yang bernilai. Semua orang bekerja keras untuk mencari nilai pada diri mereka sehingga mereka mendapatkan jalan untuk menuju jalan yang rumit dan mendaki dan mereka puas ketika berada diatas jalan tersebut. Jalan apa yang mereka mau?



Jalan itu adalah jalan untuk mengalahkan kejahatan, keburukan, kebatilan dan segala yang mendatangkan bahaya bagi umat manusia yang sifatnya universal. Mereka adalah orang-orang yang berjuang dengan sangat keras untuk sebuah harga diri yang dibayar ketika mereka ada di puncak dan puncak dari jalan ini adalah kebahagian yang tumbuh dari hati orang-orang yang bersih.
Orang-orang bersih ini menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang menginginkan kebersihan pula, menularkan kepada masyarakat dengan mengajak dan terus melakukan perbaikan-perbaikan agar semua menjadi lebih baik. Mereka adalah bagian dari kejayaan dan kemenangan yang sebenarnya dicari oleh orang-orang serakah dengan jalan yang berbeda, dengan jalan keegoisan, hanya mementingkan diri mereka diatas orang lain. Ini menjadi jalan yang sulit dan berduri serta menghasilkan bau yang kurang sedap. Mengharapkan kebahagian, namun kemalangan yang dia dapatkan. Tidak mampu berdiri sendiri, selalu dibayangi oleh ketakutan-ketakutan yang membuat dirinya tidur dalam mimpi yang buruk. Mimpi yang membawa kepada kesengsaraan secara batiniah.

Berbicara mengenai batin yang terluka hanya mampu dibersihkan dengan cara kembali kepada kebaikan, membersihkan diri dari sifat buruk dan memberikan maaf kepada diri sendiri dan orang lain yang telah melakukan kesalahan. Kesalahan ini akan terhapus seperti debu yang dihapus air hujan, seperti siang yang digantikan malam gulita, seperti air yang membersihkan manusia. Kembali pada fitrah, suci dan mensucikan.

Comments

Popular posts from this blog

SEO- Chapter 1 :

Perfect ✅ Thanks for clarifying. Here’s a complete, study-friendly breakdown of Chapter 1 from The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola — structured sub-chapter by sub-chapter. Chapter 1: Search—Reflecting Consciousness and Connecting Commerce 1.1 Search: The Invisible Hand Guiding Our Lives Search engines have become central to daily life — people rely on them for answers, guidance, and decisions. Queries represent real human desires and needs ; they are a reflection of collective consciousness. Without search engines, the vastness of the internet would be chaotic and unusable. SEO exists because people depend on search to filter and access relevant knowledge. Key Point: Search is more than technology — it mirrors human thought and curiosity. 1.2 Search as Human Behavior Search is a natural extension of human problem-solving. Queries can be categorized into types of intent : Informational : Seeking know...

SEO chapter 2 :

Got it 👍 Let’s create a structured Chapter 2 summary of The Art of SEO: Mastering Search Engine Optimization, 4th Edition by Eric Enge, Stephan Spencer, and Jessica Stricchiola. Chapter 2 Summary – A Brief History of Search Engines 2.1 Early Days of the Web Pre-Google Search : Before modern search engines, directories like Yahoo! Directory and DMOZ (Open Directory Project) were the main way to find content. Pages were listed manually and organized by categories. Limitations : Manual curation couldn’t keep up with web growth. Listings were subjective, incomplete, and often outdated. Users increasingly demanded automated indexing . 2.2 The First Search Engines Archie (1990) : First tool to index FTP archives. Very primitive—focused on file names, not content. Excite, Lycos, AltaVista, Infoseek : Introduced in the mid-1990s. Began indexing web page content automatically. Still limited in ranking relevance. Key Shift : Move from curated directories to ...

Ethnography as Method and Methodology

Introduction As argued in Chapter 1, methods are presented in research textbooks as pro- cedural rules for obtaining reliable and objective knowledge. One kind of method concerns procedural rules for collecting data, of which ethnography is an example. Ethnography tends to rely on a number of particular data col- lection techniques, such as naturalistic observation, documentary analysis and in-depth interviews. While these methods are used on their own as well, what marks their ethnographic application is that they are used to study a people in a naturally occurring setting or 'field', in which the researcher par- ticipates directly, and in which there is an intent to explore the meanings of this setting and its behaviour and activities from the inside. This is what 'ethnography-understood-as-fieldwork' means. However, the procedural rules that lay down how this is properly done, and which thereby certify the knowledge as reliable and objective, obtain their legitim...